Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Oktober 2015
Pendaftaran CBT 18 telah dibuka!!! Daftarkan Dirimu! Dan dapatkan berbagai manfaat menjadi anggota koperasi!!
Hai, kawan-kawan Koperasi! :D
Cooperation Basic Training Kopma "Almamater" UNM ke 18 telah dibuka! Dengan tema "BEKALI DIRI DENGAN SEMANGAT KEWIRAKOPERASIAN"
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para anggota koperasi dengan pengetahuan dasar tentang perkoperasian dan pemahaman dalam peran anggota dalam berkoperasi!
Pilih gelombang dan daftarkan dirimu sebelum waktu kegiatan! :D
Gelombang I : 31 Okt. - 1 Nov. 2015
Gelombang II : 7 - 8 Nov. 2015
Anggota Koperasi tidak dibebankan biaya apa pun saat pendaftaran :D, but bagi kawan-kawan non-anggota tapi tetap penasaran dan ingin tahu isi pelatihan, dapat mendaftar terlebih dahulu menjadi anggota koperasi dengan membayar simpanan wajib Rp.10.000 dan simpanan pokok Rp.20.000,-
info lebih lanjut:
- Yanti 082346631492
- Culli 082386049723
Rabu, 17 September 2014
Seberapa paham-kah anak-anak yang masih berumur belasan tahun di negeri para Nabi, di Palestina sana untuk mempertahankan tanah air mereka bahkan untuk tetap meninggikan kemuliaan ummat Islam hingga mereka rela melepaskan waktu bermain mereka, untuk melawan zionis terlaknat. Mereka belajar dari siapa dan dari mana? Jangankan hanya untuk bersantai-santai membaca buku atau berkumpul dan saling “curhat” bersama teman-teman dan mengkaji ilmu Islam, untuk makan saja mereka bahkan selalu diselingi dengan dentuman bom dan rentetan peluru yang meluncur dari senapan-senapan para zionis. Tapi Subhanallah!!! Mereka tetap mampu menghafal-kan ayat demi ayat Firman ALLAH, hadist-hadist Rasulullah, mereka tetap bisa meng-khatamkan tilawah mereka dalam setiap bulannya, mereka tetap khusyu’ melaksanakan shalat dan ikhlas menjalankan ibadah puasa bahkan infaq mereka tidak tanggung-tanggung, nyawa!
Padahal kalau dipikir dan ditimbang-timbang dengan logika manusiawi, menurut untung dan rugi kehidupan duniawi mereka betul-betul dirugikan oleh ALLAH. Rumah dan perkebunan mereka hancur dan rata dengan tanah, setiap hari mereka harus kehilangan satu per satu teman-teman juga anggota keluarganya karena dibunuh secara sadis oleh kaum kera itu. Namun mereka tetap ruku’ dan sujud kepada ALLAH dengan sepenuh perasaan sebagai seorang hamba. Dengan keyakinan yang utuh akan sebenar-benar kehidupan yang telah dijanjikan kepada para mujahid. Menakjubkan!!! Sebuah kepahaman yang benar-benar tidak bisa diragukan lagi.
Saya sering bertanya-tanya, seberapa banyak-kah amanah yang harus dipegang oleh seseorang agar ia bisa di sebut paham. Atau seberapa banyak program-programnya yang berjalan dengan lancar lalu menghasilkan keuntungan yang cukup membantu jalannya dakwah, atau mungkin seberapa aktifnya orang itu dalam setiap ke-paniti-an kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dakwah hingga ia kemudian disebut sebagai orang yang paham?.
Saya sendiri pernah disebut sebagai orang yang tidak berkomitmen (alias tidak paham) dengan jalan Islam karena meninggalkan amanah yang telah dipercayakan. Atau tidak hadir dalam kegiatan/acara yang telah disepakati. Tapi saya punya alasan tersendiri, Insya ALLAH. Bahkan saya sempat kecewa dengan teman-teman saat itu karena mereka langsung saja menghakimi tanpa tau, apa alasan hingga saya melakukan itu. Hingga secara kebetulan saya membaca salah satu ayat Al Qur’an yang tertulis di kalender yang tergantung di dinding kamar, hmmm... terserah-lah orang mau bilang apa, cukup ALLAH, Rasul dan orang-orang beriman yang akan menilai!!!.
Menurutku, kepahaman adalah cerminan (aplikasi) dari pengetahuan yang dimiliki dengan Ilmu sebagai dasarnya dan keyakinan sebagai pondasinya hingga kemudian keikhlasan yang akan mengiringinya. Bukan sekedar tahu lalu mengerjakan lantas kemudian kita bisa disebut sebagai orang yang paham. Kerja tanpa ilmu, keyakinan dan keikhlasan hanya akan seperti mencari sebuah cincin emas di tengah samudera yang luas, cape’ tapi ga dapat hasil!!. Karena ketahui-lah, dengan keyakinan dan keikhlasan maka terbentuk peradaban Islam yang mulia. Dengan keyakinannya akan kebenaran Islam, Abu Bakar Ash Shidiq dengan ikhlas meng-infaq-kan seluruh hartanya, membiayai perang. Dengan keyakinannya akan nikmatnya hidup di syurga, Ummu ’Imarah ikhlas menjadi tameng hidup Rasulullah dalam peperangan. Dengan keyakinannya akan balasan yang lebih baik dari ALLAH, Al Khansa meng-ikhlaskan ke-empat puteranya untuk menjadi tentara ALLAH dan syahid-lah ke-empat puteranya itu.
Percuma kita punya ilmu kalau keyakinan kita tidak mendukung. Kita cuma akan menjadi seperti robot yang selalu bekerja mengeluarkan energi tanpa ada energi positif yang balik ke kita kembali. Karena bisa saja energi positif itu lebih besar dari energi yang kita keluarkan. Energi itu yang akan membuat kita bekerja lebih giat dan semangat lagi. Namun karena keyakinan yang sering tidak melandasi kerja-kerja kita, akhirnya kita hanya akan merasa kecewa, lelah dan menyerah!!!.
Karena ketidakpahaman ini, tidak sedikit orang-orang di jaman sekarang lebih memprioritaskan azas manfaat sebelum melakukan sesuatu-tanpa terkecuali perintah agama-. Perlu banyak uang untuk membeli buku-buku manajemen waktu, perlu banyak waktu untuk membaca kata-kata bijak tentang penting-nya waktu, dan perlu banyak tenaga untuk mengikuti pelatihan bagaimana agar waktu itu tidak terbuang percuma. Tapi, tetap saja masih ada waktu yang sia-sia. Kenapa sih, koq masih bisa gitu?! Ya...karena itu tadi, kita hanya mencari manfaatnya saja. Pada saat kita belum bisa paham betul manfaat apa yang akan kita peroleh jika menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya maka yakin saja, kita tak akan berhasil memanfaatkan waktu dengan baik. Hanya sedikit dari kita yang menjalankan dan menghadapi segalanya dengan berlandaskan azas Aqidah. Mengapa kita harus memanfaatkan waktu dengan baik? Karena itu perintah ALLAH dan termasuk merugi-lah orang-orang yang lalai alias menyia-nyiakan waktu. Kenapa kita harus berolahraga? Karena ALLAH lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Bukan karena olahraga termasuk salah satu program kerja dari organisasi kita. Dan yakin saja, apa-apa yang ALLAH telah berikan, memang itulah yang terbaik untuk kita. Ga’ ada yang ga’ bermanfaat bagi hamba-hamba Nya. Cobala-lah bertanya kepada seorang ibu, seberapa besar rasa sayangnya kepada anak-anaknya? Ketahui-lah kawan, rasa sayang ALLAH kepada hambaNya beribu-ribu kali lipat dari rasa sayang ibu tersebut.
Maka bekerjalah dengan tidak mengharapkan apa-apa kecuali Ridha ALLAH.
Padahal kalau dipikir dan ditimbang-timbang dengan logika manusiawi, menurut untung dan rugi kehidupan duniawi mereka betul-betul dirugikan oleh ALLAH. Rumah dan perkebunan mereka hancur dan rata dengan tanah, setiap hari mereka harus kehilangan satu per satu teman-teman juga anggota keluarganya karena dibunuh secara sadis oleh kaum kera itu. Namun mereka tetap ruku’ dan sujud kepada ALLAH dengan sepenuh perasaan sebagai seorang hamba. Dengan keyakinan yang utuh akan sebenar-benar kehidupan yang telah dijanjikan kepada para mujahid. Menakjubkan!!! Sebuah kepahaman yang benar-benar tidak bisa diragukan lagi.
Saya sering bertanya-tanya, seberapa banyak-kah amanah yang harus dipegang oleh seseorang agar ia bisa di sebut paham. Atau seberapa banyak program-programnya yang berjalan dengan lancar lalu menghasilkan keuntungan yang cukup membantu jalannya dakwah, atau mungkin seberapa aktifnya orang itu dalam setiap ke-paniti-an kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dakwah hingga ia kemudian disebut sebagai orang yang paham?.
Saya sendiri pernah disebut sebagai orang yang tidak berkomitmen (alias tidak paham) dengan jalan Islam karena meninggalkan amanah yang telah dipercayakan. Atau tidak hadir dalam kegiatan/acara yang telah disepakati. Tapi saya punya alasan tersendiri, Insya ALLAH. Bahkan saya sempat kecewa dengan teman-teman saat itu karena mereka langsung saja menghakimi tanpa tau, apa alasan hingga saya melakukan itu. Hingga secara kebetulan saya membaca salah satu ayat Al Qur’an yang tertulis di kalender yang tergantung di dinding kamar, hmmm... terserah-lah orang mau bilang apa, cukup ALLAH, Rasul dan orang-orang beriman yang akan menilai!!!.
Menurutku, kepahaman adalah cerminan (aplikasi) dari pengetahuan yang dimiliki dengan Ilmu sebagai dasarnya dan keyakinan sebagai pondasinya hingga kemudian keikhlasan yang akan mengiringinya. Bukan sekedar tahu lalu mengerjakan lantas kemudian kita bisa disebut sebagai orang yang paham. Kerja tanpa ilmu, keyakinan dan keikhlasan hanya akan seperti mencari sebuah cincin emas di tengah samudera yang luas, cape’ tapi ga dapat hasil!!. Karena ketahui-lah, dengan keyakinan dan keikhlasan maka terbentuk peradaban Islam yang mulia. Dengan keyakinannya akan kebenaran Islam, Abu Bakar Ash Shidiq dengan ikhlas meng-infaq-kan seluruh hartanya, membiayai perang. Dengan keyakinannya akan nikmatnya hidup di syurga, Ummu ’Imarah ikhlas menjadi tameng hidup Rasulullah dalam peperangan. Dengan keyakinannya akan balasan yang lebih baik dari ALLAH, Al Khansa meng-ikhlaskan ke-empat puteranya untuk menjadi tentara ALLAH dan syahid-lah ke-empat puteranya itu.
Percuma kita punya ilmu kalau keyakinan kita tidak mendukung. Kita cuma akan menjadi seperti robot yang selalu bekerja mengeluarkan energi tanpa ada energi positif yang balik ke kita kembali. Karena bisa saja energi positif itu lebih besar dari energi yang kita keluarkan. Energi itu yang akan membuat kita bekerja lebih giat dan semangat lagi. Namun karena keyakinan yang sering tidak melandasi kerja-kerja kita, akhirnya kita hanya akan merasa kecewa, lelah dan menyerah!!!.
Karena ketidakpahaman ini, tidak sedikit orang-orang di jaman sekarang lebih memprioritaskan azas manfaat sebelum melakukan sesuatu-tanpa terkecuali perintah agama-. Perlu banyak uang untuk membeli buku-buku manajemen waktu, perlu banyak waktu untuk membaca kata-kata bijak tentang penting-nya waktu, dan perlu banyak tenaga untuk mengikuti pelatihan bagaimana agar waktu itu tidak terbuang percuma. Tapi, tetap saja masih ada waktu yang sia-sia. Kenapa sih, koq masih bisa gitu?! Ya...karena itu tadi, kita hanya mencari manfaatnya saja. Pada saat kita belum bisa paham betul manfaat apa yang akan kita peroleh jika menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya maka yakin saja, kita tak akan berhasil memanfaatkan waktu dengan baik. Hanya sedikit dari kita yang menjalankan dan menghadapi segalanya dengan berlandaskan azas Aqidah. Mengapa kita harus memanfaatkan waktu dengan baik? Karena itu perintah ALLAH dan termasuk merugi-lah orang-orang yang lalai alias menyia-nyiakan waktu. Kenapa kita harus berolahraga? Karena ALLAH lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Bukan karena olahraga termasuk salah satu program kerja dari organisasi kita. Dan yakin saja, apa-apa yang ALLAH telah berikan, memang itulah yang terbaik untuk kita. Ga’ ada yang ga’ bermanfaat bagi hamba-hamba Nya. Cobala-lah bertanya kepada seorang ibu, seberapa besar rasa sayangnya kepada anak-anaknya? Ketahui-lah kawan, rasa sayang ALLAH kepada hambaNya beribu-ribu kali lipat dari rasa sayang ibu tersebut.
Maka bekerjalah dengan tidak mengharapkan apa-apa kecuali Ridha ALLAH.
Kamis, 14 Agustus 2014
Kopma "Almamater" UNM Gelar Buka Puasa Bersama 100 Anak Yatim
Makassar (08 Juli 2014), KOMED - Bulan puasa tak mengubah semangat anggota Kopma “Almamater” UNM untuk terus berkarya dan berbakti kepada masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Berbagi dan tersenyum bersama Kopma “Almamater” UNM”. Kegiatan ini merupakan kali kedua bersama anak yatim. Ramadhan tahun lalu, kegiatan ini dilaksanakan di sebuah Mesjid di kawasan Jl. Mamoa Raya. Tahun ini, panitia memilih ball room hotel Lamacca sebagai tempat berlangsungnya acara yang telah di rencanakan jauh hari sebelum kegiatan ini dilaksanakan. Meskipun memiliki banyak hambatan seperti minimnya panitia dan juri tapi berkat bantuan dari para pengurus, senior dan teman-teman anggota, Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar.
Acara yang berlangsung pada hari selasa, 8
Juli 2014 ini, dibuka oleh Pembantu Rektor
III dan diikuti oleh 100 orang anak Panti asuhan dari 5 panti Asuhan. Dalam
acara ini kami juga mengadakan beberapa lomba seperti lomba lari malaikat,
lomba menyusun huruf hijaiyah, dan lomba mewarnai. Tools lomba disediakan oleh
pihak panitia.
| Pembukaan oleh Pembantu Rektor III UNM |
| Lomba Lari Malaikat |
| Lomba Mewarnai |
| Lomba Menyusun Huruf Hijaiyah |
Setelah lomba selesai, panitia mempersilahkan seluruh peserta,
teman-teman UKM, Senior dan tamu undangan lainnya agar mengisi kursi yang telah
disediakan oleh pihak panitia untuk mendengarkan tadzkirah dari ust. Edi Indra
Setiawan S.E sambil menunggu bedug buka puasa tiba.
Dalam acara ini, pihak panitia bekerja
sama dengan MBN (Member Businnes Networking) dalam menyediakan menu buka puasa
(Catering), Viro dan teh gelas. Acara ditutup dengan
pemberian hadiah untuk pemenang lomba, parsel dan beberapa sumbangan dari
teman-teman anggota Kopma “Almamater” UNM yang telah di kumpulkan oleh pihak
panitia.
Sabtu, 14 Juni 2014
Rapat Persiapan Ramadhan Ceria
Rapat persiapan buka puasa bersama anak yatim
kemarin berlangsung sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Rapat ini
berlangsung selama satu jam dengan agenda Pembagian SK Panitia, penentuan waktu
dan tempat acara, Tema kegiatan, Hadiah lomba dan pembagian tugas setiap seksi.
rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kopma Almamater UNM, kanda Nur Afni
D. dan Sekertaris panitia yang terpilih pada rapat pertama, Rosliana Ali.
Berdasarkan hasil rapat, di tentukan bahwa
kegiatan ini bertemakan “Ramadhan Ceria, Berbagi dan Tersenyum Bersama
Kopma “Almamater” UNM yang insya
Allah akan dilaksanakan pada Ahad, 06 Juli mendatang (09 Ramadhan 1435 Hijriah)
yang dirangkaikan dengan lomba lari malaikat, lomba huruf hijaiyah, lomba
hafalan surah-surah pendek dan lomba do’a sehari-hari.
Kami juga membuka Posko Ramadhan Ceria, yang rencananya seluruh hasil dari
posko ini akan kami sumbangkan kepada adik-adik panti yang nantinya akan kami
undang dalam kegiatan ini.
Jumat, 06 Juni 2014
Asosiasi Koperasi Mahasiswa se-Sulawesi Selatan menyambut RAPIMNAS DEKOPIN
Asosiasi Koperasi Mahasiswa se-Sulawesi
Selatan memberikan pernyataan sikap
menyambut RAPIMNAS DEKOPIN yang akan
berlangsung beberapa
Senin, 26 Mei 2014
Harlah Kopma Stain Watampone Ke-18 (Late post)
Ditengah teriknya sang batara dan macetnya kota Daeng, tak mengalahkan semangat kami untuk bersilaturrahmi ke KOPMA STAIN WATAMPONE tepatnya di kota yang berjuluk Bumi Arung Palakka itu.
Jumat, 23 Mei 2014
REVITALISASI FUNGSIONAL PENGURUS LEMBAGA KEKARYAAN DALAM MEWUJUDKAN EKSISTENSI DAN PENGEMBANGAN KOPMA ALMAMATER UNM
Nurhikmah Darmayanti
Koperasi
Mahasiswa “Almamater” UNM atau biasa disingkat dengan KOPMA merupakan salah
satu bagian dari koperasi pemuda di Indonesia yang pada prinsipnya tidak jauh
berbeda dengan koperasi-koperasi yang ada hanya saja
Langganan:
Postingan (Atom)






